Wanita Yang Pernah Kenal Seks Pasti Akan Ketagihan


Mengingat pengalaman seksnya pasti para wanita itu keranjingan seks. Cowok saya tampan sebetulnya alim tapi kalau digoda terus saya khawatir imannya jatuh.

TANYA 1:
Langsung saja, saya suka wanita matang. Kata banyak orang wanita yang pernah kenal seks secara memuaskan lalu lama tidak mendapat jatah akan sakauw karena ketagihan, padahal onani tidak memuaskan. Apakah benar? Kalau tidak terpenuhi akan mempengaruhi kesehatan jiwa misalnya marah-marah melulu?

Hadi (26), Surabaya

TANYA 2:
Cowok saya (lebih muda 5 tahun) sudah setahun ini KERJA di Jakarta akibatnya kami hanya LDR pakai handphone dan internet, lalu akhir-akhirnya tampaknya kemesraannya berkurang. Sejak awal saya amat khawatir dia di ibukota akan tergoda cewek karena di sana banyak cewek cantik keren yang pergaulannya bebas. Lebih khawatir lagi karena cowok saya memang suka yang lebih tua/matang padahal di kota metropolitan yang bebas pasti banyak wanita lajang yang sudah tidak gadis. Mengingat pengalaman seksnya pasti para wanita itu keranjingan seks. Cowok saya tampan sebetulnya alim tapi kalau digoda terus saya khawatir imannya jatuh. Apakah benar wanita lajang matang yang sudah kenal seks selalu keranjingan lelaki?

Fatima (32), Pasuruan

JAWAB:
Manusiawi kalau orang yang pernah mendapatkan pengalaman seks memuaskan apalagi lebih dari sekali pada saat tertentu sangat ingin melakukan lagi. Namun tidak dapat digeneralisir bahwa mereka, dalam kasus ini wanita, akan ketagihan atau keranjingan apalagi sampai sakauw dan terganggu jiwanya.

Kalau tidak ada saluran padahal nafsunya sedang tinggi, wanita pun akan masturbasi, tapi tidak berarti masturbasinya bisa dipastikan melebihi wanita lain yang masih virgin. Dalam masturbasi itu ada wanita (yang sudah pengalaman seks) yang bisa puas ada juga yang merasa ada kurang karena bagaimanapun bercinta betulan secara fisik dan intim itu lebih menyenangkan.

Masalah “ganggguan jiwa” misalnya saat tertentu marah-marah, itu bisa terjadi pada semua orang karena sedang ada masalah, tapi penyebabnya belum tentu seks yang tidak tersalur. Di Jakarta ini tekanan pekerjaan dan kemacetan pun bisa membuat orang marah-marah🙂