Suka Demonstratif Saat Bercinta Supaya Wanita Lain Iri & Terangsang


Mbak X kayak membiarkan pintu terbuka, saya dan juga Z melihat mereka bugil sedang posisi dia membungkuk pegang meja lalu suaminya menempelkan badan di pantatnya

TANYA: Saya sebal sama Mbak X di kamar sebelah yang suka demonstratif saat suaminya dari luar kota datang. Kalau malam sedang bercumbu dia sering mengeluarkan suara keras, dari yang bernada cumbu rayu merangsang sampai yang vulgar karena menyebutkan nama genital wanita dan pria dalam bahasa sehari-hari. Memang dia tidak teriak tapi suaranya cukup jelas terdengar dari dua kamar yang mengapit kamar dia, yakni kamar saya dan kamar Z teman saya. Kalau klimaks (dugaan saya begitu) makin mesum suara dan ucapannya.

Sebagai catatan, di indekosan putri ini hanya Mbak X (usia sekitar 33-35) yang boleh membawa masuk pria ke kamar, bukan hanya karena itu suaminya tapi juga karena Mbak X menjadi wakil pemilik indekos dalam mengelola. Penghuni kos ada 6, tapi 3 kamar baru yang lebih besar dengan kamar mandi di dalam ada di halaman belakang, dekat taman. Di lokasi itu kami bertiga tinggal. Dari kamar lain dalam rumah suara mesum itu tidak terdengar.

Terus terang saja saya (dan mungkin Z) antara sebal, kadang terangsang (kadang! lho)  dan kadang iri.  Saya pernah panas dingin antara tidak nyaman dan terangsang waktu ada mati lampu pas terang bulan. Kamar saya gelap, tirai saya buka sehingga bisa melihat bayangan dua orang itu sedang bercumbu di depan jendela saya. Saya yakin Mbak X sengaja begitu karena posisi tubuhnya seperti pose dimana dia angkat lengan bersandar ke tiang teras, tampak dari samping dari arah kamar saya, lalu suaminya menciumi ketiak, payudara dan perutnya dan seterusnya. Kamar kami di lantai 2, yang bawah buat gudang dan garasi mobil antik pemilik rumah.

Kadang (kadang! lho) setelah acara mesum berlalu saya memanjakan diri sendiri bayangkan sedang lakukan apa yang mereka perbuat tapi setelah itu saya kesal. Esoknya setelah bercinta Mbak X suka pakai daster tipis terbuka yang seolah mempertontonkan cupang, pokonya demonstratif.  Pernah suatu pagi pas long weekend Mbak X kayak membiarkan pintu terbuka, saya dan juga Z melihat mereka bugil sedang posisi dia membungkuk pegang meja lalu suaminya menempelkan badan di pantatnya. Saya sebel banget dan jengah!!! Suaminya Mbak X sih kalem dan pendiam.

Apakah Mbak X sakit jiwa suka pamer erotis?

Nancy (28), Jakarta

JAWAB: Sakit jiwa? LOL.😀 Hanya psikiater yang bisa memastikan. Tapi ekspresi atau respon selama bercinta mungkin memang bawaan. Atau mungkin permintaan pasangannya. Atau dia memang sengaja supaya bercintanya lebih berwarna dan berirama. Soal pamer bisa saja tapi misalnya kecenderungan itu ada pasti juga terwakili oleh sikap dan perilaku lainnya yang suka pamer untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan seks.

Sebenarnya banyak wanita yang ingin bebas saat bercinta, bebas mengeluarkan apa saja, bebas melakukan apa saja, karena bercinta adalah kegiatan intim penuh keterbukaan dalam mengekspresikan diri dan keinginan. Bisa jadi sehar-harinya mereka bukan orang yang bising tapi saat menikmati seks mereka seperti melepaskan semua kekangan.

Lebih penting adalah melindungi diri sendiri misalnya memasang headpone buat nonton TV, video atau musik. Kalau komunikasi dengan Mbak X bagus boleh juga menegur halus dengan godaan, “Ah mbak semaleman bikin saya nggak bisa tidur lho…”

Lihat juga: bicara jorok saat bercinta