Apakah Cairan Vagina Oriental Lebih Banyak Meskipun Usia Lebih Matang?


Kelembaban dan kelicinan vagina wanita tidak ada kaitannya dengan ras.
Sebagai tips, wanita yang banyak minum air putih secara teratur biasanya tidak mudah berkurang pelumas vaginanya.

TANYA 1:Saya sudah setahun pacaran sama wanita usia 40, dari etnis Jawa. Tiga bulan ini vaginanya tidak banyak cairan lagi padahal nafsunya masih tinggi. Kalau tidak dibantu liur kami berdua dia seret sekali dan kesakitan. Apakah ini faktor usia?

Anenya beberapa wanita yang lebih tua darinya (kebetulan keturunan Chinese) yang pernah saya kencani tetap juicy dan slippery. Apakah benar karena faktor etnis?

Bagaimana solusinya?

Ismu (28), Cileungsi

TANYA 2:
Saya masih perjala, tahan godaan meskipun bekerja di luar pulau yang banyak wanita penghiburnya. Dari cerita para senior di tempat kerja yang suka nakal-nakalan di luar dengan wanita penghibur, saya dapat kesimpulan bahwa wanita Chinese lebih “segar” karena vaginanya lebih basah daripada wanita Jawa dan lainnya. Kebetulan saya suka JAV, jadinya semakin membayangkan yang “segar-segar” tadi dari para wanita oriental. Nanti kalau menikah berarti sebaiknya cari oriental?

Dandy L. (23),di  B

JAWAB:

Ismu dan Dandy yang baik,Kelembaban dan kelicinan vagina wanita tidak ada kaitannya dengan ras.

Semua wanita sehat sehari-harinya lembab di vagina karena itu mekanisme biologis buat perlindungan diri. Kalau terangsang atau menjelang menstrasi maka lendirnya bertambah.

Kalau mengenai usia, memang pada umumnya makin tua bisa menjadi berkurang pelumas vaginanya yang alami, tapi pada setiap orang berbeda kasusnya. Usia 40 di wanita satu sudah berkurang lendirnya, tapi di wanita lain masih banyak. Untuk mengatasi dapat konsultasi ke ginekolog.

Selain itu manfaatkanlah lubricant (Durex, KY, dslb).

Sebagai tips, wanita yang banyak minum air putih secara teratur biasanya tidak mudah berkurang pelumas vaginanya.