Wanita Suka Membayangkan Pasangannya Memperkosa Wanita Lain


ketika mendaki menuju klimaks total dia sering membuat cerita, atau semacam imajinasi permainan peran, saya sedang memperkosa wanita-wanita yang tidak dia sukai

TANYA:
Kehidupan seks saya dan istri saya baik-baik saja. Kami baru menikah 5 bulan. Tentunya wajar kalau kami aktif. Tapi memasuki bulan ketiga saya merasa ada yang janggal. Karena kami sudah makin terbuka (selama pacarab setahun kami saling menjaga, tidak terjadi hal-hal tidak baik termasuk seks) maka semua fantasi atau imajinasi biasa saja kami ungkapkan, hal mana itu membuat kami makin hangat.

Yang saya maksud janggal ketika mendaki menuju klimaks total dia sering membuat cerita, atau semacam imajinasi permainan peran, saya sedang memperkosa wanita-wanita yang tidak dia sukai. Hal itu tidak membuat saya terangsang tapi malah terganggu sehingga gairah turun, pernah saya menjadi loyo dan itu seperti membuat dia kecewa besar. Beberapa kali ketika kami bermesraan menjelang tidursetelah berhubungan, saya tanyakan hal itu tapi dia hanya tersenyum, katanya hanya fantasi dan selingan saja untuk membuatnya berlipat-ilpat  gairah. Malah dia heran kenapa sebagai pria saya tidak terangsang bercinta sambil ditambahi “kehadiran” wanita lain.

Apakah ada kelainan istri saya ataukah saya yang ada kelainan karena tidak bisa membayangkan nikmatnya jadi pemerkosa? Saya tidak tega dengan wanita-wanita itu karena mereka tidak bersalah, dan lebih dari itu saya juga tidak ada ketertarikan seks dengan mereka.

Hariman (28), Solo

JAWAB:

Sebenarnya fantasi menjelang dan selama bercinta adalah kebutuhan umumnya manusia dewasa, baik pria maupun wanita. Termasuk fantasi wanita (maupun pria) sedang dikasari/dipaksa oleh pasangannya sebagai obyek seks bahka kadang budak seks .

Sulit untuk memastikan sebuah penyimpangan kecuali ada observasi termasuk melalui wawancara. Sepanjang tidak menimbulkan korban atau menganggu kenyamanan pasangan maupun pihak lain (misalnya mendengar merasa terancam, apalagi kalau sampa dilaksanakan) sebetulnya boleh saja. Yang jadi masalah dalam hal ini Anda selaku suami tidak nyaman.

Sebenarnya fantasi menjelang dan selama bercinta adalah kebutuhan umumnya manusia dewasa, baik pria maupun wanita. Termasuk fantasi wanita (maupun pria) sedang dikasari/dipaksa oleh pasangannya sebagai obyek seks bahka kadang budak seks, karena ada perasaan hebat atau sensasi dibutuhkan dan dimiliki sampai menguasai.

Tapi kenapa yang jadi sasaran adalah pihak lain, dalam hal ini wanita-wanita yang tidak dia sukai?

Berkomunikasi secara dewasa dan terbuka dengan istri mestinya dapat membantu. Justru apa yang tidak Anda sukai (membayangkan wanita lain saat bercinta apalagi memperkosa) merupakan bukti cinta adanya padanya.🙂